Danau di Dalam Diri
Novel Reflektif Masa Kecil
(407 halaman, 14,8 cm x 21 cm)
Novel Reflektif Terbaru
Kisah Nyata Masa Kecil
Hari aqiqahnya disambut puting beliung, laso anging, namun ia tumbuh dalam gemuruh yang teduh. Bagaimana orangtua mendidiknya, hingga hadir danau dalam dirinya, dan bagaimana ia merefleksikan keajaiban itu kemudian? Novel reflektif berbasis kisah nyata masa kecil ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, pendidik, orangtua, dan para pemerhati pendidikan karakter anak.
e-Book Flip
Klik sampel e-Book Flip di atas untuk membaca GRATIS epilog novel ini. Atau klik “BELI e-BOOK FLIP” untuk membaca lengkap isi e-Book Flip novel ini: 14,8 cm x 21 cm, 407 Halaman.
Edisi Cetak
Tertarik mendalami & memperkaya koleksi perpustakaan pribadi di rumah Anda? Klik “PESAN EDISI CETAK” untuk memesan dan memiliki buku cetak ini: softcover, 14,8 cm x 21 cm, 407 Halaman.
Apa Kata Pembaca
Suara pembaca menjadi cermin perjalanan gagasan. Mereka berbagi jejak makna yang lahir setelah membaca karya AM Iqbal Parewangi.
Arsitektur Integritas
Kalau bicara, ingat siri na pacce. / Jangan membuat orang kehilangan muka, / jangan membuat hati jadi batu.
Kalau berbeda, hormati manusia sebelum gagasan. / Lakukan musyawarah. Bukan karena kita selalu sepakat, / tapi karena kita sepakat menjaga siri na pacce.
Jujur dulu, baru pandai. / Tegakkan lurus dulu, baru melangkah. / Suara itu amanah. / Kalau mau bersuara, bersuaralah pada waktunya.
Saya sengaja mengubah teks naratif Iqbal menjadi susunan puitik, sebab yang ditulis Iqbal sepenuh-penuhnya adalah puisi panjang; yang meski dijalin dalam 37 Bab tetapi “tidak ingin kita selesaikan” disebabkan taburan metafora dan pesan yang lembut berbisik menyentuh batin.
“Danau di Dalam Diri” adalah sebuah ajakan untuk khusyuk berziarah ke dalam diri. Di atas anjungan perahu yang diayun gelombang kecil Danau Tempe, kita bisa menyaksikan AM Iqbal Parewangi menyingkap pappaseng Ayah dan Ibunya yang begitu jernih, yang “memantulkan terang, bukan menyemburkan lumpur” dan dari angin yang mengajarkan bahwa “pendorong yang paling kuat justru yang tidak terlihat”.
Kita diajak memasuki rumah panggung masa kecil Iqbal (dan saudara-saudaranya), di mana setiap elemen, mulai dari kolong tempat iqra’ yang melatih sabar, tangga yang mengajarkan ritme menahan diri, hingga selasar tempat mappakalebbi (sikap hormat) dipraktikkan. Kesemua itu adalah “kurikulum hidup” yang sejati.
Jika Anda merindukan tulisan yang mengembalikan makna pada nilai-nilai fundamental seperti siri na pacce (harga diri dan empati) dan integitas sebagai “ritus harian”, maka silahkan berpetualangan sendiri dimulai dari halaman pertama.
“Danau di Dalam Diri” adalah sepucuk surat hening untuk setiap jiwa yang butuh pulang, dan menenangkan riak. Sebuah bacaan esensial bagi siapa saja yang ingin istirah sejenak, menerjuni hati, di tengah riuh duniawi, sehingga kita dapat bercermin dan menemukan kembali arah, dituntun oleh “pappaseng tomatoa” yang meresap laksana “uap teh di pagi basah: harum, hangat, membangkitkan.”
Laa raiba fii haa! Kak Iqbal, ini adalah sebuah “arsitektur integritas”.

Muhary Wahyu Nurba
Penyair, Pimpinan Redaksi magrib.id, Ketua IDeAKSI.
Segera Terbit
Cahaya
di Pesantren
Segera Terbit
Cahaya di Pesantren
Novel reflektif Cahaya di Pesantren, karya terbaru AM Iqbal Parewangi, segera terbit dengan napas yang istiqamah: menggugah kesadaran, menyalakan rasa ingin tahu, dan menuntun pembaca menatap dunia dengan kejernihan baru. Dianjurkan membaca buku ini—tempat refleksi menjadi cahaya, dan pengetahuan menjelma re-kreasi batin yang menghidupkan.
Terbitan Lengkap
Novel Reflektif &
Buku Ilmiah Populer
Memadukan kejernihan ilmu, kedalaman refleksi, dan kehangatan nurani, karya-karya AM Iqbal Parewangi menyalakan kesadaran. Dalam setiap buku ilmiah populer dan novel reflektifnya, pembaca diajak re-kreasi menelusuri hubungan antara sains, nilai, dan makna hidup. Bacalah, dan temukan bagaimana kata dapat menjadi jembatan antara rasio, rasa, dan romansa eksistensial.